Kontroversi Kylian Mbappe: Candaan Meme Mao Zedong Picu Kemarahan Publik China
Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:14
Penulis: Arif S

Bintang Real Madrid, Kylian Mbappé menghadapi krisis reputasi di luar lapangan setelah candaan tentang meme Mao Zedong memicu kemarahan publik China. Dalam waktu singkat, tiga perusahaan besar memutuskan kerja sama komersial dengan kapten timna Prancis. Sementara itu, China Media Group (CMG), perusahaan media milik negara pemilik jaringan CCTV, menangguhkan siaran pertandingan La Liga.
Kontroversi ini bermula dari potongan wawancara dalam program The Bridge di media sosial. Dalam klip itu, Mbappé membahas meme berupa gambar wajahnya ditempelkan pada tubuh Mao Zedong, tokoh revolusioner pendiri Republik Rakyat China.
Saat membicarakan meme internet paling menggelitik baginya, Mbappé menyebut sosok dalam gambar itu sebagai "diktator China". Meski tidak menyebut nama Mao secara langsung, gambar itu mengarah kepada mantan pemimpin China.
BACA JUGA
Kylian Mbappe Jadi Target Penculikan, Tersangka Diduga Kendalikan Jaringan dari Penjara
Kandaskan Sevilla, Real Madrid Tempel Ketat Barcelona di Puncak Klasemen La Liga
Madrid Hentikan Tren Negatif dengan Kemenangan Penting atas Alaves
Video itu memicu reaksi keras karena Mao Zedong memiliki posisi penting dalam sejarah dan identitas nasional China. Dampaknya meluas dari persoalan pernyataan seorang bintang sepak bola menjadi krisis komersial, masalah reputasi klub, hingga hubungan bisnis Sepak Bola Spanyol dengan pasar China.
Tiga Sponsor China Putus Kerja Sama
Reaksi paling cepat datang dari sektor komersial. Dongpeng, produsen minuman asal China, menjadi salah satu perusahaan yang mengumumkan penghentian kerja sama dengan Mbappé. Perusahaan itu sebelumnya menggunakan sang pemain dalam kampanye pemasaran minuman elektrolit, termasuk iklan berbasis kecerdasan buatan.
"Perusahaan kami dengan tegas menentang dan tidak memberikan toleransi terhadap segala perilaku yang menyinggung perasaan nasional," bunyi pernyataan resmi Dongpeng.
Langkah serupa diambil Mengniu, salah satu produsen produk susu terbesar di China, dan Milkground, perusahaan di industri keju. Keduanya juga mengumumkan penghentian kemitraan dengan Mbappé setelah kontroversi meluas.
Bagi Mbappé, kehilangan tiga mitra komersial sekaligus menjadi pukulan terhadap citranya di salah satu pasar konsumen terbesar dunia. Wajahnya sebelumnya muncul dalam materi promosi berbagai produk, mulai dari minuman hingga susu dan keju.
Namun, ketiga perusahaan belum mengungkap nilai kontrak secara terperinci. Karena itu, besarnya kerugian finansial Mbappé belum dapat dipastikan.
Kehadiran digital Mbappé di China turut terdampak. Akunnya di Xiaohongshu dibatasi, sementara sejumlah pengguna Weibo menerima pemberitahuan, mereka tidak dapat mengikuti akunnya akibat pelanggaran aturan platform.
CCTV Hentikan Siaran La Liga
Kontroversi tidak berhenti pada hubungan Mbappé dengan sponsor. China Media Group, perusahaan media milik negara pemilik jaringan CCTV, dilaporkan menangguhkan siaran pertandingan La Liga.
Keputusan ini memperluas dampak persoalan ke industri sepak bola Spanyol. La Liga memiliki kepentingan besar dalam mempertahankan jangkauan internasional dan hubungan komersial dengan mitra penyiaran, termasuk di China.
Penangguhan siaran berpotensi mengurangi akses penggemar terhadap pertandingan liga tempat Mbappé bermain. Real Madrid ikut menjadi sorotan karena Mbappé merupakan salah satu bintang klub sekaligus figur dengan daya tarik komersial global.
Belum ada angka resmi mengenai potensi kerugian hak siar atau dampak finansial secara keseluruhan. Meski begitu, kasus ini menunjukkan risiko reputasi seorang pemain dapat meluas ke klub dan kompetisi tempatnya berkarier.
Mbappé Minta Maaf dalam Tiga Bahasa
Ketika reaksi publik semakin meluas, Mbappé menyampaikan permintaan maaf dalam bahasa Prancis, Mandarin, dan Inggris pada Selasa 27 Oktober 2026.
Ia mengakui komentarnya tidak tepat dan memahami perkataannya telah menyakiti banyak orang di China serta komunitas China di berbagai negara.
"Komentar saya tidak bijaksana. Kini saya memahami bahwa perkataan tersebut telah menyakiti banyak orang di China dan komunitas China di seluruh dunia. Saya meminta maaf kepada semua orang yang tersinggung oleh perkataan saya," kata Mbappé dalam pernyataan dikutip Channel NewsAsia.
Pemerintah China menanggapi permintaan maaf Mbappe dengan serius. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyampaikan respons itu dalam konferensi pers pada Rabu 28 Oktober 2026.
Namun, permintaan maaf itu belum mengakhiri kontroversi. Kritik masih bermunculan di media sosial China, sementara dampak terhadap sponsor dan siaran La Liga tetap menjadi persoalan.
Real Madrid dan La Liga Turun Tangan
Tekanan terhadap Mbappé turut menyeret Real Madrid dan La Liga. Klub ibu kota Spanyol itu menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat China pada Rabu 28 Oktober 2026, menyusul kontroversi pemainnya.
Real Madrid juga menyatakan bergabung dengan permintaan maaf Mbappé serta mengakui penyesalan sang pemain atas perkataannya.
Presiden La Liga, Javier Tebas, turut berupaya meredakan ketegangan. Ia mengungkapkan telah bertemu dengan Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing, guna membahas dampak kontroversi dan mencari jalan penyelesaian.
Tebas menegaskan China tetap menjadi mitra strategis La Liga. Ia berharap insiden individu tidak merusak hubungan kedua pihak atau mengganggu jutaan penggemar China.
"Komitmen kami adalah terus bekerja sama agar insiden individu tidak merusak kemajuan penting selama ini maupun memengaruhi jutaan penggemar China yang mengikuti kompetisi kami. China adalah dan akan tetap menjadi mitra strategis La Liga," kata Tebas, dikutip Channel NewsAsia.
Respons Real Madrid dan La Liga memperlihatkan besarnya kepentingan komersial di balik persoalan itu. Di tengah persaingan merebut perhatian penggemar global, menjaga hubungan dengan pasar China menjadi bagian penting dari strategi bisnis sepak bola Spanyol.
Mengapa Candaan tentang Mao Zedong Memicu Reaksi Besar?
Mao Zedong merupakan tokoh sentral dalam sejarah modern China dan pendiri Republik Rakyat China pada 1949. Ia tetap memiliki posisi penting dalam narasi nasional negara itu, meskipun warisan kepemimpinannya juga berkaitan dengan kebijakan kontroversial serta tragedi kemanusiaan, termasuk kelaparan besar pada masa kampanye Lompatan Jauh ke Depan.
Karena kedudukan historis dan politik itu, candaan bernada merendahkan Mao dapat dipersepsikan sebagai penghinaan terhadap simbol nasional China. Humor internet di suatu negara bisa memiliki makna berbeda ketika menyentuh sejarah dan identitas masyarakat lain.
Kasus Mbappé memperlihatkan tantangan bagi Figur Publik dengan jangkauan internasional. Pernyataan singkat dapat menyebar lintas negara dalam waktu singkat, sementara dampaknya terhadap kepercayaan konsumen, sponsor, dan mitra bisnis bisa berlangsung lebih lama.
Kontroversi ini menjadi ujian bagi Mbappé, Real Madrid, dan La Liga dalam memulihkan kepercayaan publik China. Permintaan maaf telah disampaikan, tetapi pemulihan reputasi dan hubungan komersial membutuhkan lebih dari sekadar pernyataan resmi.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!