Persib Bandung semakin menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu kekuatan Sepak Bola Asia. Maung Bandung kembali mencatat kemenangan penting setelah menaklukkan Melbourne Victory dengan skor 2-1 dalam laga keempat Grup E AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027 di Melbourne Rectangular Stadium, Australia, Rabu (4/11/2026).
Kemenangan ini terasa istimewa karena Persib sempat tertinggal lebih dahulu. Gol bunuh diri Julio Cesar pada menit ke-71 membuat tuan rumah unggul. Namun, Persib memperlihatkan mentalitas kuat dengan membalikkan keadaan melalui gol Luka Menalo pada menit ke-85 dan Balsa Sekulic pada menit ke-90.
Hasil ini melengkapi kemenangan Persib atas Melbourne Victory di Bandung dengan skor 2-0 pada pertemuan pertama, 28 Oktober 2026.
BACA JUGA
Persib Bandung Hadapi Manila Digger, Igor Tolic Minta Pemain Waspadai Serangan Balik
Persib Lanjutkan Tren Kemenangan di ACL Two, Tumbangkan Melbourne Victory 2-0
Persib vs Melbourne Victory Malam Ini: Jadwal Padat, Tiga Poin Jadi Target di ACL2
Lebih dari sekadar kemenangan, Persib kini menyapu bersih empat pertandingan fase grup dengan empat kemenangan. Sebelumnya, Maung Bandung juga menaklukkan FC Seoul 1-0 di Korea Selatan dan The Cong-Viettel 1-0 di Bandung.
Persib mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan, mencetak enam gol dan hanya kebobolan satu kali. Mereka kokoh di puncak klasemen Grup E dengan keunggulan enam poin atas FC Seoul.
Catatan ini sekaligus memastikan Persib lolos ke Babak 16 Besar, meskipun fase grup masih menyisakan dua pertandingan. Maung Bandung kini hanya membutuhkan tambahan satu poin untuk memastikan status juara Grup E.
Penampilan Persib di Melbourne menjadi salah satu pembahasan utama Podcast Itsme bersama Pengamat Sepak Bola Ronny Pangemanan dan Firzie Idris. Diskusi berlangsung di Studio Sentul, Bogor, Kamis (5/11/2026), dipandu Raisha dan Gilang Respaty.
Mentalitas dan Kedalaman Skuad Jadi Pembeda
Ronny Pangemanan menilai kemenangan di Melbourne memperlihatkan perubahan penting dalam mentalitas Persib. Bermain di kandang lawan, menghadapi tekanan suporter tuan rumah, dan sempat tertinggal tidak membuat para pemain kehilangan keberanian.
Menurut Ronny, faktor mentalitas dan kedalaman skuad menjadi kekuatan utama Persib musim ini.
Ia juga mengapresiasi kecerdasan dan kejelian Igor Tolic dalam menentukan pergantian pemain. Masuknya Ragnar, Menalo, Peralta, hingga Marc Klok memberikan pilihan berbeda untuk mengubah jalannya pertandingan.
Persib tidak hanya memiliki pemain berkualitas di starting eleven, tetapi juga alternatif dari bangku cadangan yang mampu memberikan dampak langsung.
Salah satu keputusan penting terlihat ketika Peralta dan Oratmangun dimasukkan saat lini pertahanan Melbourne Victory mulai kehilangan kekuatan. Setelah Persib menyamakan kedudukan, Igor tetap mendorong timnya bermain menyerang untuk mencari gol kemenangan, bukan sekadar mengamankan hasil imbang.
Bagi Ronny, keputusan tersebut memperlihatkan keberanian sekaligus kualitas taktik pelatih Persib.
Mematahkan Keraguan di Australia
Firzie Idris menyoroti keberhasilan Persib meraih kemenangan tandang di Australia. Selama ini, bermain di kandang klub Australia bukan perkara mudah bagi tim-tim Indonesia. Karena itu, banyak pihak memperkirakan Persib akan menghadapi pertandingan yang sangat berat melawan Melbourne Victory.
Namun, Maung Bandung kembali membuktikan kemampuannya. Setelah sebelumnya menang di kandang FC Seoul, Persib kini berhasil menaklukkan Melbourne Victory di hadapan pendukungnya sendiri.
Firzie menilai Igor Tolic dan para pemain telah belajar dari dua pertandingan sebelumnya. Pengalaman itu membuat Persib semakin matang dalam membaca permainan dan menghadapi tekanan lawan.
Apresiasi juga diberikan kepada Bobotoh yang hadir langsung di Melbourne untuk memberikan dukungan kepada tim. Kehadiran mereka menjadi energi tambahan bagi Persib dalam pertandingan penting tersebut.
Ronny turut menyoroti kualitas rekrutan Persib musim ini. Sejumlah pemain yang kini memperkuat Maung Bandung memiliki pengalaman bermain di lingkungan kompetisi dengan peringkat sepak bola negara yang lebih tinggi dibandingkan Indonesia.
Notsuda, misalnya, mendapat perhatian setelah tampil bagus dalam dua pertemuan melawan Melbourne Victory. Pemain asal Jepang tersebut menjadi salah satu pilihan yang memberikan warna dalam permainan Persib.
Balsa Sekulic dan Peralta Semakin Padu
Selain kekuatan kolektif, lini depan Persib juga memperlihatkan perkembangan menjanjikan. Firzie Idris memberikan penilaian positif terhadap performa Balsa Sekulic yang dinilai sangat cocok dengan kebutuhan permainan Maung Bandung.
Kolaborasinya dengan Mariano Peralta mulai memperlihatkan chemistry yang kuat. Keduanya mampu membangun kombinasi serangan yang membuat pertahanan lawan harus bekerja lebih keras.
Peralta juga memiliki kontribusi penting dalam proses terciptanya dua gol Persib di Melbourne. Perannya bukan hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga dalam membuka ruang dan membantu membangun serangan.
Balsa kemudian menjadi penentu kemenangan melalui gol dramatis pada menit terakhir. Kombinasi keduanya menjadi salah satu modal Persib untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Satu Poin Lagi untuk Mengunci Juara Grup
Keberhasilan lolos ke Babak 16 Besar belum membuat pekerjaan Persib selesai. Igor Tolic masih memiliki dua pertandingan untuk mempertahankan posisi puncak Grup E sekaligus memastikan status juara grup.
Persib akan menjamu FC Seoul pada 25 November 2026, sebelum bertandang menghadapi The Cong-Viettel pada 2 Desember 2026.
Dengan koleksi 12 poin, Persib hanya membutuhkan satu poin dari dua pertandingan tersebut untuk memastikan posisi teratas Grup E tidak bisa lagi dikejar pesaingnya.
Status juara grup menjadi penting karena akan memengaruhi jalur Persib pada babak 16 besar. Fase gugur akan menghadirkan tantangan lebih berat dengan lawan-lawan yang memiliki kualitas dan pengalaman kompetisi Asia.
Persib datang ke ACL 2 dengan ambisi besar untuk menjadi salah satu klub terbaik di Asia. Empat kemenangan beruntun, keberanian bermain di kandang lawan, serta kedalaman skuad menjadi modal penting untuk mewujudkan ambisi tersebut.
Kini, tantangan bagi Igor Tolic bukan sekadar mempertahankan hasil positif, melainkan membawa Persib melangkah lebih jauh dan membuktikan bahwa Maung Bandung mampu bersaing di level Asia.










