ID EN

Event Olahraga Jadi Strategi Promosi Wisata Indonesia ke Pasar Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:00

Penulis: Arif S

Balapan MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit
Arsip - Balapan MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB. . Foto: Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay

Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan wisata olahraga atau sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai event nasional dan internasional. Selain menarik kedatangan wisatawan, ajang olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Destinasi Wisata sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong semakin banyak kompetisi dan kegiatan olahraga digelar di Tanah Air. Strategi ini diharapkan dapat memperluas daya tarik Indonesia di mata dunia, sekaligus meningkatkan manfaat pariwisata dari setiap event yang diselenggarakan.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar, Hafiz Agung Rifa, mengatakan penyelenggaraan event olahraga dapat membantu memperkuat pengenalan Indonesia di pasar internasional.

“Kita memang berharap semakin banyak event olahraga yang dilaksanakan di Indonesia, tentu juga akan semakin dikenal juga Indonesia di mata dunia,” ujar Hafiz saat ditemui usai konferensi pers “OGFC Legends Manchester United 2008 vs Persija Legends” di Jakarta, Jumat.

Menurut Hafiz, Indonesia memiliki infrastruktur dan fasilitas untuk menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga kelas dunia. Potensi itu perlu dimanfaatkan untuk mendatangkan lebih banyak pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pengembangan sport tourism di berbagai daerah membuka peluang bagi destinasi wisata untuk menjangkau pasar lebih luas. 

Event olahraga dapat menghadirkan alasan baru bagi wisatawan untuk berkunjung, sekaligus memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan pengalaman lokal di sekitar lokasi kegiatan.

Mandalika hingga Borobudur Jadi Penggerak Wisata Olahraga

Selama ini, Mandalika dikenal sebagai salah satu destinasi utama wisata olahraga di Indonesia. Namun, pengembangan sport tourism tidak hanya berpusat di kawasan itu. Kemenpar ingin mendorong penyelenggaraan event olahraga di berbagai daerah memiliki potensi wisata.

“Banyak juga event olahraga yang sudah diselenggarakan tidak hanya di Mandalika. Kita tahu yang terkenal adalah Borobudur Marathon, kita juga fokus di sana, lalu ada beberapa destinasi lain,” kata Hafiz.

Mandalika menjadi contoh bagaimana destinasi dapat dikaitkan dengan penyelenggaraan olahraga berskala internasional. Sementara itu, Borobudur Marathon memperlihatkan peluang memadukan kegiatan lari dengan pengalaman wisata di kawasan yang memiliki daya tarik sejarah dan budaya.

Dengan memperluas penyelenggaraan event ke berbagai wilayah, manfaat pariwisata diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di satu destinasi. 

Daerah yang menjadi tuan rumah berpeluang memperoleh tambahan aktivitas ekonomi melalui kebutuhan akomodasi, transportasi, kuliner, dan layanan wisata lainnya.

Sport Tourism Buka Peluang Bagi UMKM

Kemenpar juga melihat wisata olahraga sebagai sebuah ekosistem yang melibatkan banyak sektor. Karena itu, pengembangannya membutuhkan kerja sama lintas kementerian dan pelaku industri, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa, mengatakan Industri Olahraga memiliki peluang berkembang melampaui penyelenggaraan pertandingan.

Ekosistem itu dapat mencakup berbagai produk pendukung, mulai dari merchandise hingga cenderamata yang bisa diproduksi dan dipasarkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Jadi kita harapkan tidak hanya event satunya, tetapi juga ekosistem di sport tourism-nya berkembang juga,” kata Rizki.

Keterlibatan UMKM menjadi salah satu cara agar manfaat ekonomi dari event olahraga dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat setempat. 

Pelaku usaha dapat menawarkan produk khas daerah, makanan dan minuman, suvenir, serta berbagai layanan yang dibutuhkan pengunjung.

Paket Wisata Bantu Wisatawan Memperpanjang Masa Tinggal

Selain membangun ekosistem industri, Kemenpar menilai paket Perjalanan Wisata perlu disiapkan sebelum event berlangsung. Langkah ini agar wisatawan, terutama dari mancanegara, memiliki pilihan kegiatan lain di luar agenda pertandingan.

Wisatawan yang datang untuk menyaksikan sebuah kompetisi dapat diajak menjelajahi destinasi di sekitar lokasi acara atau melanjutkan perjalanan ke daerah lain. 

Pengalaman itu berpotensi memperpanjang masa tinggal mereka di Indonesia sekaligus menambah pengeluaran untuk berbagai kebutuhan wisata.

“Jadi yang datang ke Indonesia itu misalkan dari luar, dia tidak hanya nonton pertandingan, tapi kemudian melancong perjalanan sehingga lama tinggal di Indonesia lebih banyak,” katanya.

Paket wisata dapat disesuaikan dengan karakter setiap event dan destinasi. Pengunjung yang datang untuk mengikuti atau menyaksikan olahraga, dapat ditawarkan pengalaman wisata budaya, kuliner khas, kunjungan ke tempat bersejarah, hingga aktivitas alam.

Pendekatan ini membutuhkan kolaborasi antara penyelenggara event, pelaku Perjalanan Wisata, pengelola destinasi, hotel, transportasi, dan UMKM. Dengan perencanaan terintegrasi, wisatawan dapat memperoleh Pengalaman Perjalanan yang lebih lengkap dan mudah diakses.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!