ID EN

Persib Berani Ubah Komposisi Tim, Ini Tantangan Besar Igor Tolic!

Selasa, 3 November 2026 | 20:16

Penulis: Rojes Saragih

Persib Bandung memiliki kedalaman skuad yang menjadi modal penting menghadapi padatnya kompetisi musim 2026/2027. Namun, kemampuan pelatih Igor Tolic mengelola rotasi pemain tetap menjadi tantangan untuk menjaga konsistensi Maung Bandung.

Gambaran kekuatan itu terlihat ketika Persib mengalahkan Isenmulang Kalteng FC 4-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (1/11/2026). Dalam pertandingan itu, Igor melakukan perubahan besar dengan mengganti delapan pemain dari starting XI saat menghadapi Melbourne Victory pada 28 Oktober.

Hanya tiga pemain yang dipertahankan, yakni Fitrah Maulana, Julio Cesar, dan Patricio Matricardi. Sementara itu, Marc Klok dan Beckham Putra kembali menjadi starter. Meski melakukan banyak perubahan, Persib tetap tampil dominan dan meraih kemenangan meyakinkan.

Kedalaman skuad dan strategi rotasi tersebut menjadi pembahasan dalam Podcast Itsme bersama dua Pengamat Sepak Bola, Erwin Fitriansyah dan Ophan Lamara, di Studio Sentul, Bogor. Diskusi dipandu Gilang Respaty dan Pudila.

Dalam diskusi itu, keduanya membahas kesiapan Persib menghadapi jadwal padat serta kemampuan Igor memaksimalkan seluruh pemain. Ophan menilai kualitas Skuad Persib relatif merata sehingga pelatih memiliki banyak pilihan untuk menentukan komposisi terbaik.

Rotasi Kiper Jadi Keunggulan Persib

Salah satu aspek menarik adalah kepercayaan Igor kepada Fitrah Maulana. Kiper tersebut dipercaya menjadi starter ketika Persib mengalahkan Melbourne Victory 2-0 pada 28 Oktober, kemudian kembali mengawal gawang saat menghadapi Isenmulang.

Keputusan ini menunjukkan bahwa Igor tidak hanya bergantung pada satu nama. Kehadiran Teja Paku Alam juga memberikan alternatif di posisi penjaga gawang. Fleksibilitas tersebut menjadi bagian penting dari kedalaman skuad Persib.

Jadwal Padat Menguji Konsistensi

Persib dijadwalkan menjalani tujuh pertandingan sepanjang November dalam tiga kompetisi, yakni Super League, AFC Champions League Two (ACL Two), dan ASEAN Club Championship atau Shopee Cup.

Setelah menghadapi Melbourne Victory di Australia pada 4 November, Persib kembali bertanding melawan Java United pada 8 November. Perjalanan lintas negara dan singkatnya waktu pemulihan membuat pengelolaan kebugaran pemain semakin penting.

Persib memang memiliki banyak pilihan pemain. Namun, rotasi harus tetap menjaga keseimbangan permainan dan koordinasi antarlini. Pemain pelapis juga dituntut mampu mempertahankan standar permainan ketika mendapatkan kesempatan.

Januari-Februari Jadi Ujian Sesungguhnya

Dalam diskusi podcast ini, terungkap ujian lebih berat bagi Persib berpotensi datang pada Januari hingga Februari 2027. Pada periode itu, Maung Bandung dituntut menjaga konsistensi ketika persaingan di kompetisi domestik dan Asia memasuki fase yang semakin menentukan.

Keberhasilan mengganti banyak pemain saat menghadapi Isenmulang menjadi sinyal positif. Namun, kedalaman skuad tidak cukup hanya dibuktikan melalui rotasi. Igor Tolic harus memastikan setiap perubahan komposisi tidak mengganggu stabilitas permainan.

Persib memiliki modal berupa materi pemain yang relatif merata. Kini, kemampuan Igor mengelola rotasi akan menentukan apakah kedalaman skuad menjadi senjata untuk menjaga ambisi Maung Bandung atau justru menghadirkan risiko sepanjang musim.