ID EN

MU Akhirnya Menang: Matheus Cunha Beri Kemenangan yang Dibutuhkan Carrick

Rabu, 4 November 2026 | 08:00

Penulis: Arif S

Manajer Manchester United, Michael Carrick
Arsip - Manajer Manchester United, Michael Carrick.. Foto: Antaranews/Manchester United

Matheus Cunha menjadi sosok utama di balik kebangkitan Manchester United saat menghadapi AS Roma dalam pertandingan Liga Champions 2026/2027. Dua gol yang dicetaknya hanya berselang tiga menit membawa Setan Merah membalikkan ketertinggalan dua gol menjadi kemenangan dramatis 3-2 di Old Trafford, Rabu 4 November dini hari WIB.

Ketika pertandingan memasuki menit ke-83, United masih tertinggal 1-2. Harapan tuan rumah untuk menghindari kekalahan mulai menipis setelah Roma bermain efektif di babak pertama melalui gol Matias Soulé dan penalti Donyell Malen.

Namun, Cunha mengubah hasil akhir pertandingan. Penyerang asal Brasil memanfaatkan kesalahan lini belakang Roma untuk mencetak gol penyeimbang di menit ke-83. Tiga menit kemudian, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang dari pemain muda Shea Lacey.

Gol kedua menunjukkan kualitas penyelesaian Cunha. Ia mengontrol bola di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras ke arah tiang dekat yang gagal dijangkau kiper Roma.

Dua gol itu bukan hanya mengantarkan United meraih tiga poin, tetapi juga mengakhiri sembilan pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi. Cunha menjadi pemain paling menentukan dalam malam kebangkitan Setan Merah.

Peran Bruno Fernandes juga tidak kalah penting. Kapten United memperkecil ketertinggalan melalui penalti di menit ke-58 setelah eksekusi pertamanya harus diulang karena pemain Roma memasuki area penalti sebelum waktunya.

Gol Fernandes menghidupkan kembali kepercayaan diri United. Setelah itu, tekanan tuan rumah meningkat dan Roma mulai kesulitan mempertahankan organisasi pertahanannya.

Cunha sebenarnya sudah memberikan kontribusi sebelum mencetak gol. Ia dilanggar Gianluca Mancini sehingga United mendapatkan hadiah penalti. Artinya, penyerang Brasil terlibat langsung dalam proses dua gol penting United di babak kedua.

Satu nama lain yang mendapat perhatian adalah Shea Lacey. Pemain akademi berusia 19 tahun masuk di menit ke-75 dan memberikan umpan penentu bagi gol kemenangan Cunha. Keberaniannya mengambil peran dalam situasi krusial menjadi salah satu sisi positif dirinya.

Michael Carrick secara khusus memberikan apresiasi kepada pemain muda itu setelah pertandingan.

“Saya sangat senang untuk Shea. Dia pemain yang sangat berbakat. Dia disukai banyak orang dan dihormati rekan-rekannya. Melihat pemain muda mendapatkan kesempatan seperti itu merupakan salah satu hal terbaik," ujar Carrick, dikutip The Guardian.

Pujian itu menggambarkan kemenangan atas Roma bukan hanya soal kebangkitan pemain senior. Kesempatan yang diberikan kepada Lacey juga menjadi bukti pemain akademi bisa memberikan dampak ketika tim membutuhkan solusi.

Sayangnya, malam istimewa Cunha berakhir dengan kartu merah. Ia menerima kartu kuning kedua di menit ke-90+1 setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Roma. Kartu kuning pertamanya didapat saat merayakan gol kemenangan di depan pendukung United.

Meski harus kehilangan Cunha pada penghujung laga, United mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan selesai. Dengan hasil ini, MU mengumpulkan enam poin dari empat pertandingan fase liga Liga Champions.

Bagi Cunha, dua gol ke gawang Roma bisa menjadi momentum untuk meningkatkan produktivitasnya. Sebelum pertandingan ini, ia baru mencetak satu gol di Liga Inggris dan satu gol di Liga Champions musim 2026/2027.

Namun, kontribusi terbesarnya saat MU mengalahkan Roma bukan sekadar menambah statistik gol. Cunha menyelamatkan United dari kekalahan, menghidupkan kembali atmosfer Old Trafford, sekaligus memberikan Michael Carrick kemenangan yang sangat dibutuhkan.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!