ID EN

MU Akhirnya Menang: Comeback Dramatis Atas Roma, Posisi Michael Carrick Aman?

Rabu, 4 November 2026 | 06:17

Penulis: Arif S

Gelandang Manchester United Bruno Fernandes
Gelandang Manchester United Bruno Fernandes.. Foto: Wikimedia Commons

Manchester United akhirnya bisa mengakhiri periode kelam. Sempat tertinggal dua gol dari AS Roma, Setan Merah bangkit dan membalikkan keadaan untuk menang 3-2 dalam pertandingan keempat fase liga Liga Champions 2026/2027 di Old Trafford, Rabu 4 November dini hari WIB.

Kemenangan ini terasa sangat penting bagi Michael Carrick. Bukan hanya karena keberhasilan Manchester United mengamankan tiga poin krusial di kandang, tetapi juga karena hasil itu mengakhiri sembilan pertandingan Setan Merah tanpa kemenangan di semua kompetisi.

Sebelumnya, United melewati lebih dari 50 hari tanpa merasakan kemenangan. Kekalahan dari Chelsea, akhir pekan lalu menempatkan Carrick dalam tekanan besar. Tetapi klub masih mempertahankannya di tengah spekulasi mengenai masa depannya, sehingga pertandingan melawan Roma menjadi ujian bagi sang manajer.

Namun, babak pertama justru memperlihatkan masalah lama United. Pertahanan mereka kembali rapuh dan Roma memanfaatkan celah itu untuk unggul dua gol hanya dalam 17 menit.

Matias Soulé membuka keunggulan tim tamu di menit ke-11. Menerima umpan terukur Rodrigo Mora, pemain Argentina mendapatkan ruang di sisi pertahanan United sebelum menaklukkan Senne Lammens.

Enam menit kemudian, Roma memperbesar keunggulan melalui eksekusi penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah Ayden Heaven melakukan handball di kotak terlarang. Donyell Malen yang menjalankan tugasnya dengan sempurna. Skor berubah menjadi 2-0 untuk tim tamu.

Roma berpeluang menambah keunggulan sebelum turun minum. Tembakan Soulé sempat membentur tiang gawang, sementara lini pertahanan United kesulitan mengimbangi pergerakan pemain Roma.

Situasi itu memaksa Carrick untuk menemukan solusi di babak kedua. United membutuhkan perubahan, bukan hanya untuk mengejar ketertinggalan, tetapi juga menyelamatkan peluang mereka di Liga Champions.

Momentum kebangkitan datang di menit ke-58. Manchester United mendapatkan hadiah penalti setelah Gianluca Mancini melakukan pelanggaran terhadap Matheus Cunha di kotak terlarang.

Eksekusi pertama Bruno Fernandes sempat digagalkan kiper Roma. Namun, wasit Jesús Gil Manzano meminta tendangan diulang setelah VAR menunjukkan sejumlah pemain Roma lebih dulu memasuki area penalti. Pada kesempatan kedua, kapten United itu sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Gol Bruno Fernandes mengubah suasana pertandingan. United bermain lebih agresif dan mulai memberikan tekanan berkelanjutan kepada pertahanan Roma.

Bryan Mbeumo hampir menyamakan kedudukan, tetapi tembakannya membentur tiang gawang. Harry Maguire juga mendapatkan peluang melalui situasi bola mati.

Tekanan tuan rumah akhirnya menghasilkan gol penyeimbang di menit ke-83. Berawal sari kesalahan pemain belakang Roma, bola jatuh ke kaki Cunha yang berada di posisi ideal. Penyerang asal Brasil tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengubah skor menjadi 2-2.

Old Trafford kembali bergemuruh tiga menit kemudian. Cunha mencetak gol keduanya setelah menerima umpan pemain muda Shea Lacey. Sepakan kerasnya ke arah tiang dekat gagal dihentikan kiper Roma dan mengubah kedudukan menjadi 3-2.

Namun, kemenangan United belum sepenuhnya aman. Cunha harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua di menit ke-90 setelah melakukan pelanggaran terhadap Leonardo Balerdi. United mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain.

Roma berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di menit-menit terakhir. Akan tetapi, United mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil ini mengangkat perolehan Manchester United menjadi enam poin dari empat pertandingan fase liga Liga Champions. Sebelumnya, mereka mengoleksi tiga poin dari kemenangan 4-0 atas Sabah, sebelum menelan kekalahan dari Atletico Madrid dan Como.

Meski demikian, kemenangan atas Roma belum otomatis menyelesaikan persoalan United. Pertahanan mereka masih memperlihatkan kelemahan, terutama ketika menghadapi serangan balik dan pergerakan cepat lawan.

Carrick juga masih menghadapi pekerjaan besar di kompetisi domestik. Sebelum pertandingan melawan Roma, United berada di peringkat ke-17 Liga Inggris dengan tujuh poin dari sembilan pertandingan, hanya unggul selisih gol dari zona degradasi.

Karena itu, kemenangan di Old Trafford bisa menjadi titik awal untuk membangun kembali kepercayaan diri. Tantangan berikutnya datang dari Aston Villa dalam lanjutan Liga Inggris pada Minggu 8 November 2026.

Bagi Carrick, hasil melawan Roma setidaknya memberinya sedikit ruang untuk bernapas. Namun, satu kemenangan dramatis belum cukup untuk menghapus tekanan. United harus membuktikan kebangkitan ini bukan sekadar ledakan sesaat, melainkan awal dari konsistensi yang selama ini mereka cari.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!