Como 1907 Bikin Sejarah: Skuad Cesc Fabregas Samai Rekor Kemenangan Terbesar Liga Champions
Kamis, 5 November 2026 | 08:30
Penulis: Arif S

Kemenangan Como 1907 atas Lens dengan skor 9-1 bukan sekadar pesta gol biasa. Hasil Pertandingan matchday keempat fase liga Liga Champions 2026/2027 membawa klub asal Italia masuk ke dalam catatan sejarah Kompetisi Eropa.
Como menyamai rekor selisih kemenangan terbesar dalam sejarah Liga Champions. Tim asuhan Cesc Fabregas menang dengan margin delapan gol, menyamai pencapaian Liverpool dan Real Madrid yang sebelumnya pernah menang 8-0.
Liverpool mencatat kemenangan dengan skor besar saat menghadapi Besiktas pada 2007. Sementara itu, Real Madrid membukukan skor serupa ketika berhadapan dengan Malmo pada 2015.
BACA JUGA
Como 1907 Bikin Sejarah: Hancurkan Lens 9-1, Douvikas Bersinar di Liga Champions
Hasil Liga Champions: Como Hajar RB Leipzig 4-1, Cesc Fabregas Senang Tapi Hanya 5 Menit
Tak Ingin Como Terjebak Euforia, Cesc Fabregas Targetkan Kemenangan di Liga Champions
Namun, Como memiliki catatan lain sehingga kemenangan atas Lens semakin istimewa. Skuad Cesc Fabregas menjadi tim pertama sejak 1971 yang mampu mencetak sembilan gol dalam pertandingan tandang di kompetisi European Cup atau Liga Champions.
Como juga menjadi tim kedua setelah Bayern Munchen yang mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan Liga Champions. Bayern lebih dahulu melakukannya ketika menang 9-2 atas Dinamo Zagreb di musim 2024/2025.
Di Stadion Bollaert-Delelis, Como menunjukkan dominasi sejak awal pertandingan. Anastasios Douvikas membuka keunggulan di menit ke-7, lalu mencetak gol keduanya di menit ke-32.
Nico Paz memperbesar keunggulan menjadi 3-0 sebelum babak pertama berakhir. Setelah jeda, Como semakin sulit dihentikan dengan tambahan gol Lucas da Cunha, Marc-Oliver Kempf, dan Douvikas yang melengkapi hattrick.
Mattia Liberali, Martin Baturina, dan Matteo Papaccioli kemudian ikut mencatatkan nama di papan skor. Lens hanya mampu membalas satu gol melalui Ruben Aguilar di menit ke-65.
Bagi Lens, kekalahan dari Como menjadi salah satu malam paling buruk dalam perjalanan mereka di kompetisi Eropa. Hasil 1-9 merupakan kekalahan terbesar klub Prancis dalam sejarah Liga Champions.
Lens juga menjadi klub pertama dari lima liga top Eropa yang kebobolan sembilan gol dalam pertandingan kandang di kompetisi antarklub Eropa. Catatan ini memperlihatkan betapa besarnya perbedaan performa kedua tim sepanjang pertandingan.
Sebaliknya, kemenangan ini memperkuat posisi Como sebagai salah satu tim paling produktif pada musim debut mereka di Liga Champions.
Setelah empat pertandingan, mereka telah mencetak 19 gol dan menempati posisi kedua dalam daftar produktivitas tim berdasarkan statistik UEFA.
Como kini berada di peringkat keempat klasemen fase liga dengan sembilan poin. Mereka masih memiliki empat pertandingan tersisa untuk menjaga posisi di zona delapan besar yang memberikan tiket langsung ke Babak 16 Besar.
Kemenangan atas Lens memberikan pesan kuat kepada para pesaing Como. Klub yang baru menjalani debut di Liga Champions itu telah menunjukkan kemampuan bersaing sekaligus menciptakan rekor di panggung terbesar Sepak Bola Eropa.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!