ID EN

Tren Healing Gen Z: 5 Gunung Ramah Pendaki Pemula dengan Pemandangan Menakjubkan

Rabu, 4 November 2026 | 15:00

Penulis: Arif S

Akses Gunung Bromo
Petugas berjaga di pintu masuk akses menuju wisata Gunung Bromo. . Foto: Antara/HO-Petugas Kecamatan Sukapura

Mendaki gunung bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu liburan Gen Z. Selain menikmati pemandangan alam, aktivitas ini memberikan kesempatan bagi Gen Z untuk menjauh sejenak dari kesibukan sehari-hari sekaligus melatih ketahanan fisik.

Indonesia memiliki banyak gunung dengan karakter jalur pendakian berbeda. Ada gunung dengan jalur relatif singkat dan bersahabat, tetapi ada pula yang membutuhkan stamina prima dan persiapan lebih matang.

Bagi Pendaki Pemula, menentukan destinasi menjadi langkah penting. Sebaiknya pilih gunung dengan jalur sesuai kemampuan, akses jelas, dengan fasilitas pendukung memadai. Tidak perlu langsung mengejar puncak tertinggi karena pengalaman pertama seharusnya menjadi kesempatan untuk mengenal aktivitas pendakian secara bertahap.

5 Rekomendasi Gunung di Indonesia untuk Pendaki Pemula

1. Gunung Andong, Jawa Tengah

Gunung Andong di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menjadi salah satu pilihan populer untuk pendakian pertama. Memiliki ketinggian sekitar 1.726 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini dikenal dengan jalur pendakian relatif singkat dibandingkan sejumlah gunung lain di sekitarnya.

Perjalanan menuju puncak dapat ditempuh dalam beberapa jam, bergantung pada pilihan jalur, kecepatan berjalan, dan kondisi fisik. Karakter jalurnya cocok bagi pendaki yang ingin mulai mengenal medan pegunungan tanpa harus melakukan perjalanan panjang.

Daya tarik Gunung Andong tidak hanya pada jalurnya. Dari kawasan puncak, pendaki dapat menikmati panorama pegunungan Jawa Tengah. Saat cuaca cerah, Gunung Merbabu dan Merapi terlihat menghiasi cakrawala.

Dengan waktu perjalanan relatif singkat, Andong bisa menjadi tempat untuk belajar mengatur tenaga, menggunakan perlengkapan pendakian, dan menikmati suasana alam dari ketinggian.

2. Gunung Papandayan, Jawa Barat

Beralih ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, Gunung Papandayan menawarkan pengalaman wisata alam dengan pemandangan beragam. Gunung setinggi sekitar 2.665 mdpl ini dikenal memiliki jalur relatif bersahabat di sejumlah bagian dan menjadi salah satu tujuan favorit pendaki.

Salah satu daya tarik utamanya adalah kawasan kawah dengan kepulan uap belerang. Pengunjung dapat menjelajahi Hutan Mati dengan pemandangan pepohonan kering serta padang edelweiss Tegal Alun.

Kombinasi lanskap itu menjadikan Papandayan menarik bagi pendaki yang ingin menikmati suasana pegunungan sekaligus menjelajahi kawasan alam dengan karakter berbeda.

Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Sumber: Antara/Feri Purnama

Bagi pendaki pemula, Pengalaman Perjalanan dapat disesuaikan kekuatan fisik mereka. Jika merasa lelah sebelum mencapai puncak, mereka dapat berkemah di area yang telah ditentukan pengelola.

Meski sejumlah jalurnya relatif mudah dijangkau, kawasan kawah tetap membutuhkan perhatian khusus. Pengunjung harus mematuhi batas aman, mengikuti arahan petugas, dan tidak mendekati area berbahaya demi mendapatkan foto.

3. Gunung Prau, Jawa Tengah

Gunung Prau di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, dikenal sebagai salah satu Destinasi Favorit pencinta panorama matahari terbit. Dengan ketinggian sekitar 2.565 mdpl, gunung ini menawarkan pemandangan luas kawasan pegunungan dari area puncaknya.

Daya tarik paling banyak diburu pengunjung adalah Golden Sunrise. Ketika cuaca mendukung, cahaya matahari pagi muncul di balik jajaran pegunungan dengan latar Gunung Sindoro dan Sumbing.

Pemandangan itu menjadi salah satu alasan Gunung Prau ramai dikunjungi, termasuk pendaki pemula yang baru memulai aktivitas di alam terbuka.

Jalur pendakiannya memiliki beberapa pilihan dengan karakter dan waktu tempuh berbeda. Meski relatif bersahabat bagi pemula, sejumlah tanjakan tetap membutuhkan tenaga dan stamina. 

Karena itu, pendaki perlu memperhitungkan waktu perjalanan serta menyiapkan perlengkapan untuk menghadapi suhu dingin di kawasan Dieng.

Bagi yang ingin mencoba pengalaman bermalam di gunung dan menikmati matahari terbit dari ketinggian, Prau dapat menjadi pilihan menarik.

4. Gunung Bromo, Jawa Timur

Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, menawarkan pengalaman Wisata Pegunungan. Dengan ketinggian sekitar 2.329 mdpl, Bromo lebih dikenal melalui lanskap lautan pasir, kawah, dan panorama matahari terbit.

Wisatawan dapat menikmati pemandangan dari sejumlah titik pandang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju kawasan lautan pasir dan kawah melalui jalur wisata yang ditetapkan pengelola.

Bromo dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin mengenal suasana pegunungan tanpa harus melakukan pendakian panjang seperti di gunung lainnya.

Foto udara kawasan Taman Nasional Bromo Tenager Semeru (TNBTS).
Foto udara kawasan Taman Nasional Bromo Tenager Semeru (TNBTS).
Sumber: Antara Foto/Umarul Farug

Namun, Bromo tidak sepenuhnya bebas tantangan. Perjalanan menuju kawah melibatkan aktivitas berjalan kaki dan menaiki tangga. Pengunjung juga harus memperhatikan kondisi fisik, cuaca, dan ketentuan operasional kawasan.

Bromo lebih tepat disebut sebagai Destinasi Wisata gunung daripada pilihan pendakian konvensional. Pengunjung wajib mengikuti jalur resmi dan mematuhi pembatasan aktivitas, terutama ketika terdapat peningkatan aktivitas vulkanik.

5. Gunung Ijen, Jawa Timur

Gunung Ijen berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso dengan ketinggian sekitar 2.769 mdpl. Gunung ini bisa menjadi pilihan bagi pendaki pemula yang ingin mencoba perjalanan dengan tantangan lebih tinggi.

Selain fenomena api biru atau blue fire, danau kawah berwarna hijau toska menjadi pemandangan khas Gunung Ijen.

Perjalanan menuju kawasan kawah melewati jalur menanjak cukup panjang. Karena itu, dibutuhkan stamina dan persiapan fisik lebih baik dibandingkan ketika mengunjungi destinasi Wisata Pegunungan lain.

Fenomena blue fire menjadi daya tarik bagi wisatawan yang memulai perjalanan pada malam hingga dini hari. Namun, aktivitas ini sangat bergantung pada kondisi kawah dan ketentuan keselamatan dari pengelola.

Gas belerang dan aktivitas vulkanik menjadi risiko yang tidak boleh diabaikan. Pengunjung harus mengikuti arahan petugas, memperhatikan informasi pembukaan jalur, serta mematuhi ketentuan penggunaan perlengkapan keselamatan.

Bagi pemula dengan kondisi fisik bugar dan persiapan matang, Ijen bisa menjadi pengalaman untuk mengenal wisata vulkanik dengan tingkat tantangan lebih tinggi.

Tips Aman Mendaki Gunung untuk Pemula

Memilih gunung menjadi langkah awal. Namun, persiapan sebelum berangkat juga menentukan kelancaran perjalanan.

1. Latih kondisi fisik secara bertahap. Berjalan kaki, jogging, bersepeda, atau latihan kekuatan kaki dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sebelum menghadapi jalur menanjak.

2. Gunakan perlengkapan sesuai kebutuhan. Sepatu dengan daya cengkeram baik, jaket, jas hujan, air minum, makanan, obat-obatan pribadi, dan alat penerangan perlu masuk dalam daftar persiapan.

3. Cari informasi terbaru mengenai cuaca, karakter jalur, dan status operasional gunung. Informasi sebaiknya diperoleh melalui pengelola kawasan atau otoritas resmi, bukan hanya mengandalkan unggahan media sosial.

4. Lakukan pendakian bersama teman lebih berpengalaman atau menggunakan jasa pemandu lokal jika diperlukan. Pendaki pemula perlu memahami rute perjalanan dan tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh mulai menurun.

5. Jaga kebersihan kawasan dengan membawa kembali sampah yang dihasilkan selama perjalanan. Jangan mengambil tanaman atau merusak lingkungan demi mendapatkan foto.

Mendaki gunung bukan sekadar mengejar puncak. Pengalaman menikmati perjalanan, mengenal alam, dan menjaga keselamatan justru menjadi bagian penting dari kegiatan ini.

Dengan memilih destinasi sesuai kemampuan dan melakukan persiapan tepat, pendakian pertama bisa menjadi awal untuk menjelajahi lebih banyak Keindahan Alam Indonesia.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!