Wisata Hemat: Cara Menekan Biaya Liburan ke Malaysia dan Singapura
Kamis, 5 November 2026 | 14:30
Penulis: Arif S

Berlibur ke luar negeri tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Malaysia dan Singapura, dua Destinasi Favorit Wisatawan Indonesia, memiliki banyak pilihan aktivitas yang bisa dinikmati tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Kuncinya terletak pada cara menyusun perjalanan. Memilih penginapan dengan Harga terjangkau, menggunakan Transportasi Publik, serta mengunjungi ruang terbuka dan objek Wisata Gratis dapat membantu wisatawan mengendalikan pengeluaran.
Data terbaru Kementerian Pariwisata menunjukkan Malaysia masih menjadi tujuan utama perjalanan Wisatawan Indonesia ke luar negeri. Pada September 2026, Malaysia menyumbang 28,03 persen dari perjalanan wisatawan nasional, sedangkan Singapura berada di posisi ketiga dengan kontribusi 12,96 persen.
BACA JUGA
Wisata Hemat: Malaysia dan Singapura Bisa Jadi Pilihan Liburan Singkat Gen Z Indonesia
Tiga Kota di Negara Tetangga Indonesia Jadi Destinasi Paling Membahagiakan di Dunia
Wisata Hemat: Berburu Open Trip hingga Homestay di Labuan Bajo dan Kawah Ijen
Kedua negara memiliki karakter wisata berbeda. Kuala Lumpur menawarkan perpaduan kawasan belanja, kuliner, dan bangunan bersejarah. Sementara, Singapura dikenal dengan tata kota modern, taman tematik, dan Transportasi Publik terintegrasi.
Bagaimana cara menikmati kedua destinasi itu tanpa anggaran liburan membengkak?
1. Pilih Penginapan Berdasarkan Akses Transportasi
Lokasi penginapan menjadi salah satu faktor yang menentukan pengeluaran selama liburan. Harga kamar murah belum tentu menguntungkan jika lokasinya jauh dari stasiun atau pusat aktivitas wisata.
Di Kuala Lumpur, kawasan Chinatown dan Petaling Street dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi pusat kota sekaligus menikmati kuliner lokal. Kawasan ini juga memiliki akses menuju sejumlah destinasi sejarah dan belanja.
Sementara itu, Little India di Singapura dapat dipertimbangkan karena memiliki pilihan penginapan dan kuliner beragam. Kawasan ini terhubung dengan jaringan MRT sehingga wisatawan dapat menjangkau berbagai titik kota tanpa harus sering menggunakan taksi.
2. Manfaatkan Transportasi Umum
Transportasi publik bisa menjadi cara paling praktis untuk menghemat biaya perjalanan.
Di Kuala Lumpur, wisatawan dapat menggunakan MRT, LRT, monorel, dan bus Rapid KL. Salah satu pilihan menarik adalah Rapid Kembara Pass tiga hari seharga RM55.
Pass itu memberikan akses perjalanan tanpa batas pada layanan Rapid KL yang tercakup, termasuk MRT, LRT, monorel, BRT, bus, dan bus pengumpan MRT.
Namun, wisatawan perlu memperhitungkan biaya kartu Touch 'n Go serta saldo minimum yang diperlukan
Singapura juga memiliki jaringan MRT, LRT, dan bus yang memudahkan perjalanan antarkawasan.
Tarif kartu dewasa untuk perjalanan hingga 3,2 kilometer dimulai dari S$1,28 dan meningkat sesuai jarak.
Tarif itu berlaku untuk pembayaran menggunakan kartu. Wisatawan sebaiknya menyiapkan metode pembayaran yang sesuai agar tidak perlu mengandalkan tiket tunai yang lebih mahal.
3. Berburu Kuliner Lokal
Mencicipi makanan khas menjadi bagian penting dalam perjalanan. Namun, wisatawan tidak harus selalu makan di restoran populer atau pusat perbelanjaan.
Di Malaysia, jajanan kaki lima dapat ditemukan di kawasan Petaling Street dan Jalan Alor. Sementara, di Singapura, wisatawan dapat mencoba hawker centre yang menawarkan beragam makanan lokal.
Memilih pusat jajanan lokal dapat menjadi alternatif untuk menikmati kuliner tanpa harus mengalokasikan anggaran besar.
Wisatawan juga bisa mengatur pengeluaran dengan memilih menu sesuai kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tempat makan yang sedang populer di media sosial.
4. Susun Itinerary dari Destinasi Gratis
Malaysia dan Singapura memiliki banyak tempat menarik yang dapat dikunjungi tanpa membeli tiket masuk.
Di Kuala Lumpur, wisatawan bisa memulai perjalanan dengan berjalan-jalan di Dataran Merdeka dan melihat bangunan bersejarah Sultan Abdul Samad.
Setelah itu, perjalanan dapat dilanjutkan ke Petaling Street untuk menikmati suasana Chinatown dan berburu kuliner.
Pilihan lainnya adalah Perdana Botanical Garden, menawarkan suasana hijau di tengah kota. Tourism Malaysia mencantumkan taman itu sebagai destinasi dengan akses gratis.
Di Singapura, Merlion Park dapat menjadi titik awal untuk menikmati pemandangan Marina Bay sekaligus berfoto dengan ikon Negeri Singa. Lokasi ini terbuka untuk umum tanpa biaya masuk selama 24 jam.
Wisatawan juga dapat mengunjungi Singapore Botanic Gardens. Taman botani yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO terbuka gratis untuk pengunjung, meskipun National Orchid Garden di dalamnya menerapkan tiket masuk tersendiri.
Menjelang malam, Supertree Grove di Gardens by the Bay bisa menjadi pilihan. Area itu dapat dikunjungi tanpa tiket masuk dan menawarkan pertunjukan cahaya serta musik Garden Rhapsody setiap malam.
Pertunjukan reguler berlangsung pada pukul 19.45 dan 20.45 waktu setempat, dengan kemungkinan perubahan jadwal pada periode acara khusus.
5. Jangan Terjebak Harga Tiket Pesawat
Tiket pesawat murah memang menarik, tetapi bukan satu-satunya komponen yang perlu dihitung. Pengeluaran untuk penginapan, makan, transportasi, dan aktivitas wisata justru dapat menentukan total biaya perjalanan.
Karena itu, wisatawan sebaiknya menghitung keseluruhan kebutuhan perjalanan sebelum menentukan destinasi. Harga tiket sedikit lebih murah belum tentu membuat total liburan menjadi lebih ekonomis.
Liburan Hemat Tetap Bisa Menyenangkan
Malaysia dan Singapura sama-sama menawarkan pengalaman wisata menarik bagi wisatawan Indonesia. Keduanya juga memiliki fasilitas transportasi publik dan destinasi gratis yang dapat dimanfaatkan untuk menekan pengeluaran.
Perencanaan matang membantu wisatawan menikmati perjalanan tanpa harus mengorbankan terlalu banyak pengalaman. Dengan memilih penginapan strategis, mencoba kuliner lokal, dan menyusun rute wisata secara efisien, Liburan ke Luar Negeri tetap bisa terasa menyenangkan meski anggarannya terbatas.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!